Setelah melakukan banyak try and error akhirnya saya menemukan cara yang enak dan mudah untuk masukin code snippet ke blog saya ini. Masuk ke menu layout Tambahkan HTML/Javascript gadget Masukkan code ini dan simpan <link rel="stylesheet" href="//cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/highlight.js/10.6.0/styles/atom-one-dark.min.css" /> <script src="//cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/highlight.js/10.6.0/highlight.min.js"></script> <script>hljs.highlightAll();</script> lalu kalian tinggal pakai syntax seperti ini di dalam setiap postingan bloggernya. *note: ganti html dengan bahasa yang sesuai. list bahasa pemgrogramannya ada disini <pre><code class="html"> // simpan codenya disini </code></pre>
Keluarnya m1 yang sangat fenomenal ini membuat saya penasaran pengen ngebandingin performanya sama PC andalan yang pakai sehari-hari untuk semua jenis kebutuhan. Berikut spek PC saya: AMD Ryzen 7 3700X Memory 48GB DDR4 3200mhz AMD Radeon RX5600XT SSD M2 NVMe 1TB GA FAIR DONG! Ya, ya ya saya tahu kalo kalo ini ga fair banget. laptop ultra thin melawan PC badak.. Ide ini muncul karena si macbook air yang base model ini digadang-gadang mampu mengalahkan macbook pro 16' yang pakai intel i9 For comparison, the higher-end 16-inch MacBook Pro model with an Intel Core i9 processor scores 1096 single-core and 6870 multi-core. The fact that the M1 chip in a MacBook Air was able to perform better than an Intel Core i9 processor in both single-core and multi-core seems extremely promising. sumber: link Akhirnya saya bikin 2 project filmora yang sama percis di macbook air m1 dan desktop PC saya. Didalam project itu saya memasukkan beberapa video 4k, backsound, filter, effec...
Setelah saya pakai macbook air m1 untuk development, ternyata masih ada beberapa masalah yang membuat saya kembali menggunakan PC windows sebagai daily driver untuk software development. Sebenernya macbook air m1 ini udah bagus banget sih soal performanya. Apakagi batre-nya. Kalau dipakai untuk ngoding backend (nodejs, php, golang) dan frontend (reactjs, angularjs) itu lancar-lancar aja. Ya walaupun saya mengalami beberapa masalah seperti ketika pakai chromium binary untuk puppeteer dan juga masalah instalasi apache di m1 via homebrew. Tapi masalah-masalah tersebut bisa diatasi dengan modal google, try and error... Masalah yang ga bisa saya atasi adalah masalah docker di m1. untuk project micro-service dengan go-micro + base image=golang:1.14, saya kena error grpc yang belum bisa saya temukan solusinya hingga saat ini. dan juga untuk project angular6 dengan base image node:10 itu di m1 build-time nya jd lambat banget dan si macbooknya juga jadi panas. untuk review say...
Komentar
Posting Komentar